Rara berjalan dengn bantuan Chika. Tubuhnya mendadak lemas, entah karena apa. Yang penting dia bersyukur kondisi janinnya baik-baik saja. Dirinya hanya membutuhkan istirahat dan mengurangi bebas fikiran. Chika menekan password apartemen Rara. Masih dengan Rara yang dia rangkul masuk secara bersamaan ke dalam apartemen. "Lu kenapa sih Ra? Banyak fikiran tah?" tanya Chika setelah membantu Rara untuk duduk di sofa. Rara menjawab dengan gelengan kepala, "Ngga kok Chik. Kecapean aja tadi." sampai saat ini, Rara masih terus mengelus perut ratanya. Baru sja Chika mau berjalan menutup pintu apartemen, ada orang yang tiba-tiba masuk dan langsung memeluk Rara. "Ra, maafin gue. Maafin gue." gumamnya dipelukan Rara. Chika masih memandang apa yang dilihatnya dengan tatapan kaget. Bagaimana

