Setibanya Aldo di dalam mobil, dia terus memegangi jantungnya yang berdetak tidak seperti biasanya. Dan detakan ini hanya akan dia dapat ketika dirinya bersama wanitanya. "Semoga kamu mengambil keputusan yang tepat sayang," gumam Aldo masih menatap ke rumah yang tadi dia datangi. Sepertinya setelah ini dia membutuhkan bantuan mamahnya. Bantuan untuk menyalurkan ide dalam mengambil hati seorang wanita. Aldo melajukan mobilnya menuju rumah kedua orang tuanya. **** Tok...Tok... Tok... "Ra," panggil Dita dari depan pintu kamar putrinya. Rara buru-buru menghapus sisa air matanya, takut mamahnya iti curiga. "Iya Mah, masuk aja." Dita masuk ke dalam kamar putrinya, "Tadi siapa tamunya sayang?" "Temen aku Mah." Dita menganggukan kepalanya saja. Dia tidak mengetahui apa yang terjadi t

