Akhrinya tumpukan berkas diatas mejanya berkurang. Aldo memundurkan kursi kebesarannya seraya merenggangkan ototnya. Kurang lebih 3 jam fokusnya hanya di berkas tanpa memperdulikan sekitar. Bahkan pintu serta jendela di ruangannya dia tutup otomatis menggunakan tombol yang ada di mejanya. Semalam dia bermalam di rumah orang tuanya. Itu pun mamahnya mendiamkan dirinya sampai papahnya sendiri bingung. Untung saja, mamahnya menjawab dengan santai ketika papahnya bertanya ada apa dengan dirinya. Terlihat aneh memang, mamahnya yang tadinya sangat cerewet, tiba-tiba tidak mengeluarkan suara sama sekali kepadanya. Dan hari ini, dia rasanya mau benar-benar menyelesaikan tanggung jawabnya di kantor dan beralih mengejar wanitanya. Aldo teringat sesuatu, dan mengubungi seseorang. "Halo, antarka

