Tak terasa, mereka telah sampai di kediaman keluarga Pratama. Tama sangat takjub melihat rumah yang sangat besar, seperti yang pernah ia lihat di dalam komplek 'orang kaya' dalam penilaiannya. Dafa menggendong Tama, berjalan ke arah pintu, mengacuhkan Nadira yang berjalan di belakangnya sambil menundukkan kepalanya. Merasa tak tega, akhirnya Dafa menurunkan Tama, lalu meraih satu tangannya untuk ia genggam. Sedangkan tangan satunya, ia gunakan untuk menggenggam tangan Nadira. Baru setelah itu, Nadira merasa lebih baik daripada seperti tadi yang seolah dirinya orang asing. “Assalamu'alaikum,” salam Dafa saat memasuki ruangan keluarga yang sudah diisi seluruh penghuni rumah tersebut. Semua orang segera berdiri, menatap Nadira dan Tama dengan rasa tak percaya. Namun, tak ada satupun yang

