“Di mana Nadira?” tanya Dafa langsung pada intinya. “Nyonya sedang berbelanja, Tuan,” jawab seorang pria di sebrang sana. “Dengan siapa dia pergi?” tanya Dafa lagi yang terdengar tak santai. “Berdua sama asisten rumah dan Tuan Kecil.” Pria itu memberitahu. “Kenapa kalian tidak mengikutinya? Apa yang kalian kerjakan, hah?” bentak Dafa kesal. “Nyonya bilang hanya sebentar, Tuan. Lagipula, sudah ada asisten—” “Persetan apa alasanmu! Cepat cari Nadira sekarang juga!” teriak Dafa yang sangat menggema di telinga pria itu. Bahkan, ponselnya terasa bergetar saat Dafa memekik. “Ba—baik, Tuan. Segera laksanakan,” jawab pria itu terbata, merasa sangat takut akan kemarahan dari majikannya. Ketika sambungan telepon terputus, Dafa langsung memerintahkan Anton untuk mengatur perjalanannya m

