Rapuhnya Seorang Dafa

1476 Kata

“Mas?” Nadira mendekati Dafa, lalu memeluknya dalam posisi bersimpuh di atas lantai seperti Dafa. “Siapa yang mengatakan itu? Nadira, beritahu aku,” lirih Dafa diiringi isak tangis. “Pak Evan. Dia gak mau aku mati di tangan Celline, jadi dia sembunyiin aku, Mas.” Nadira tak ingin melepaskan pelukan mesikpun Dafa tak membalasnya. Dafa mendorong tubuh Nadira, memegang kedua lengannya, menatapnya dan berkata, “Dan kamu tetap diam? Kamu lebih baik diam daripada harus memberitahu aku yang sebenarnya? Sayang, apa yang terjadi sama kamu? Andai kamu gak pergi, kamu yang jadi istri aku dan tentu aku bakal lindungi kamu dari siapapun.” “Kalau aku gak pergi, mungkin Tama gak akan pernah terlahir dan kita gak akan pernah bertemu lagi. Mas, seketat apapun kamu lindungi aku, Celline pasti punya ca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN