Tidak Sengaja

1302 Kata

Nadira yang saat itu sedang berjalan di trotoar untuk pulang, di hadang 2 pria. Kedua pria itu yang telah memintanya untuk pergi dari rumah Rasmini. Segera, kedua pria itu menyeret Nadira ke dalam mobil. Pintu mobil langsung terkunci setelah Nadira masuk hingga ia tak dapat melarikan diri. “Segera tinggalkan tempat ini atau kami akan memaksamu untuk ikut!” ancam salah satu pria, menatap Nadira penuh penekanan. “Ada apa lagi?” tanya Nadira dingin, berusaha setenang mungkin. “Tidak perlu banyak bertanya. Tubuh atau nyawamu yang akan pergi dari Kota ini?” Pria itu tak sudi memberitahu alasannya. Sebaliknya, ia kembali mengancam. “Beri aku jawaban pasti. Aku sudah menuruti keinginan kalian untuk pergi dari Lumajang. Lalu, ada apa lagi? Bukankah kalian memberiku kebebasan, di mana aku ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN