Ting... Bunyi di dalam lift dan lift terbuka di lantai 23. Semua orang yang berada di dalam lift segera keluar, termasuk Evano, Nadira dan beberapa pengawal Evano. Mereka terus berjalan di lorong hotel tersebut hingga berhenti di salah satu pintu kamar yang telah Evano sewa. Awalnya Nadira ragu, tetapi Evano menunjuk ke arah Celline yang sudah berada di dalam kamar hotel tersebut. Akhirnya, Nadira masuk. Namun, entah mengapa Evano tak ikut masuk. “Nadira, duduklah,” pinta Celline sambil mengangguk anggun. “Apa yang ingin Anda bicarakan?” tanya Nadira tepat setelah bokongnya meluncur di atas kursi. “Apalagi menurutmu? Dafa adalah segalanya bagiku. Nadira, bisakah kamu memikirkan perasaanku? Aku mencintai Dafa sejak dulu. Bahkan sejak Naina masih hidup. Sekarang, kamu muncul dan ingin

