Pergi Bersama

1751 Kata

Tibanya di hotel, Tama sudah tertidur sedari tadi di dalam perjalanan. Dafa dengan senang hati menggendong Tama ke dalam gedung hotel, memasuki sebuah kamar yang sudah ia sewa. Kemudian, merebahkan tubuh mungil itu di atas kasur yang nyaman. Sebenarnya Dafa ingin mengobrol banyak dengan Tama. Apa boleh buat, putranya itu mungkin kelelahan setelah mengelilingi mall tadi Sore. Namun akhirnya, keinginan Dafa untuk tidur bersama Tama terwujud juga. Dengan lembut dan penuh kasih sayang Dafa memeluk putranya itu yang tertidur nyenyak. Satu keinginan Dafa yang belum terwujud, yaitu tidur bersama Nadira juga. Bukan hanya itu, ia ingin membawa Nadira kembali ke Jakarta, menjadikannya istrinya. Dafa tak sabar menanti hari dimana ia akan bertemu Nadira dan Tama setiap hari sebagai istri dan anaknya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN