Dario mengumpulkan semua orang ke ruang pertemuan di markasnya, ruang bawah tanah. Ruangan yang biasanya dipenuhi dengan percakapan santai kini terasa tegang. Setiap orang yang hadir di sana tahu bahwa ada sesuatu yang serius. Dario tidak akan memanggil mereka kecuali ada masalah besar yang harus diselesaikan. Dario berdiri di tengah ruangan, tatapannya tajam, wajahnya tegas tanpa emosi. Ia menatap setiap orang yang ada di sana, memastikan mereka semua siap mendengar apa yang akan ia katakan. “Semua sudah tahu masalah yang terjadi beberapa hari terakhir ini,” suara Dario terdengar dalam dan penuh otoritas. “Kita kehilangan lima orang, barang-barang kita disita, dan itu semua karena ulah seseorang dari kelompok Davide.” Semua yang hadir mulai saling berpandangan, bisik-bisik mulai terden

