Dario keluar dari kamar Viona dengan langkah cepat, meninggalkannya dalam keadaan terkunci. Di dalam kamar, Viona duduk di tepi tempat tidur, menatap jendela dengan perasaan terkurung. Dia merasa bosan, kesepian, dan tidak tahu harus berbuat apa. Ponselnya sudah disita oleh Dario sejak semalam, membuatnya benar-benar terisolasi dari dunia luar. Viona berdiri dan berjalan mondar-mandir di dalam kamar. Kepalanya penuh dengan pikiran. Ini sudah berhari-hari sejak dia berada di sini, dan Dario belum menunjukkan tanda-tanda akan melepaskannya. Dia merasa seperti tahanan, tanpa kebebasan sedikit pun. Namun, meski marah, ada bagian dari dirinya yang tidak bisa sepenuhnya membenci Dario. Dia ingat perhatian kecil yang Dario berikan padanya. Tapi tetap saja, ini bukan cara hidup yang diinginkannya

