"Jika masalahmu sebesar kapal. Maka ingatlah bahwa nikmat Allah itu, seluas lautan". ** "Bang, buka pintunya! Kau apakan kakakku! Kenapa pakai di kunci seperti ini?" Teriak Dafa dari luar pintu. Elyas tersentak lalu menatap istrinya yang masih tertidur. "Mungkin tadi aku salah dengar." Ucap Elyas dengan menghembuskan nafas gusar. "Adikmu tak bisa diam, Rei." Adu Elyas kepada Reina yang masih memejamkan mata. Tanpa menunggu teriakan dari Dafa lagi, Elyas membuka pintu ruang rawat Reina. Dafa menatap Elyas tajam saat pintu terbuka. Dengan sinis Dafa masuk tanpa permisi, lalu duduk di sisi Reina. Di sarungkannya kerudung instan untuk menutupi rambut Reina yang sebelumnya di biarkan terbuka. "Elyas, ada yang mahu mama bicarakan sebentar." Ucap sebuah suara membuat Elyas menatap sang empu

