"Dari pada bertahan dengan sesuatu yang lama. Awal yang baru mungkin jauh lebih baik". ** Jam dinding sudah menunjukkan 01.45 WIB. Tapi mata Elyas masih belum terpejam. Mata itu masih memonitor setiap inci wajah Reina. Bahkan senyumnya belum memudar sedari tadi. Bahkan beberapa kali Elyas mencuri cium sang istri yang sudah tertidur dari tadi. Karena merasa tidurnya terganggu, Reina membuka mata dan mendapati suaminya tengah menatapnya dengan senyum yang mengembang. "Aku akan meminta bayaran untuk semua tatapan itu". Ucap Reina dengan suara parau. Dengan perlahan Reina membuka matanya, menatap sang suami yang masih menatapnya. "Berapa utang Abang kepadamu?" Tanya Elyas dengan mengusap kepala Reina pelan. "Abang berutang kepadaku selamanya". Jawab Reina dengan menggeser tidurnya, men

