"Sepandai-pandai tupai melompat, dia akan terjatuh juga". ** Hari mulai gelap, Kanaya sudah berada di istana milik Elyas dan Reina. Menyiapkan diri untuk menggantikan posisi Reina di sisi Elyas. Rencana awalnya kini telah berhasil, hanya tinggal mengisi tengahnya saja. Senyum jahatnya tengah merekah, menatap sisi tembok yang terdapat kamera pengawas. Yang terhubung dengan layar TV di ruangan Reina. "Dulu aku berniat membunuh dirimu untuk bisa mendapatkan Elyas, Reina. Tapi sekarang aku sudah memiliki wajahmu. Sangat mudah untuk bisa berdiri di sini menggantikan dirimu, bukan? Kau harus tersiksa dengan semua kemesraan yang akan aku ciptakan dengan suamimu." Monolog Kanaya dengan melihat cincin pernikahan Reina, dan Elyas di jari manis tangan kanannya. Cincin yang sempat dia curi dari Rei

