"Kelebihan mu, aku syukuri. Kekurangan mu, aku tutupi." ** Pagi datang, Reina sudah duduk di ruang makan lima belas menit yang lalu. Matanya tak luput dari lantai dua, di mana kamar Dafa dan Zalya berada di sana. Sedang tangan kanannya sibuk memasukkan buah kedondong ke dalam mulutnya. Tak berselang lama, Elyas datang dengan membawa sarapan mereka. “Apa yang kamu lihat?” Tanya Elyas dengan duduk di sebelah Reina. “Apa mereka baik-baik saja?” Tanya Reina tanpa mengalihkan tatapannya. “Jika nanti Dafa turun, minta maaflah kepadanya”. Ucap Elyas dengan mengusap rambut Reina lembut. “Tapi Dafa dulu yang memulainya”. Ucap Reina tidak terima. “Kalian sudah bukan anak kecil lagi. Meminta maaf tidak selamanya di ucapkan oleh orang yang berbuat salah, Reina”. Ucap Elyas dengan memakan ke

