"Hari-hari buruk pasti akan berlalu. Dan hari baik, pasti akan datang". ** Dafa menuju kamar Reina yang letaknya tidak jauh dari ruang makan. Dengan sopan, Dafa mengetuk pintu kamar Reina. Setelah mendapatkan izin dari sang empu kamar, Dafa masuk ke dalam. “Kakak menangis?” Ucap Dafa lembut dengan duduk di pinggir kasur. Reina menggeser duduknya, lalu memeluk Dafa. “Ada apa?” Tanya Dafa dengan membalas pelukan dari kakaknya. Reina menceritakan semua percakapannya dengan Elyas di ruang makan tadi, tanpa terkecuali. Ingatan Dafa mengarah saat dia melihat Elyas mual-mual tak jelas seperti tadi. Dia mencoba melepas pelukan kakaknya, mengelus rambut Reina dengan sayang. “Kak, boleh Dafa minta sesuatu? Kita check satu kali lagi, bagaimana? Jika memang tidak ada hasilnya, Dafa akan mint

