"K-kamu?" Alin ngangguk sambil sesenggukan.Gak lama Wahyu merengkuh kembali tubuh ramping Alin.Diusapnya puncuk wanita itu dengan lembut. "Kenapa gak bilang?" "Udah keburu ditampar." Jawab Alin datar tapi masih sesenggukan. "Alhamdulillah." Wahyu bersyukur sekaligus khawatir dengan kabar ini.Dia bersyukur karena ada alasan Alin untuk bertahan disampingnya. "Jangan bilang mau pisah lagi please,ini yang didalem kayanya kaget." Tutur Alin kemudian menunjuk perut ratanya. "Kan masih jadi janin lin." "Tetep aja kaget!" Yaudah Wahyu ngalah,tapi tetep aja Wahyu merasa khawatir.Siapa tau sikap cemburuannya yang diluar kendali datang dan melukai alin beserta calon anaknya. "Udah berapa minggu?" Tanya Wahyu mengalihkan topik pembicaraan dan mengusir keheningan. Alin menggeleng. "Baru

