Plak! "GILA YA LO!" Alin menahan sakit yang menjalar sampai ke ulu hatinya tatkala menerima tamparan yang cukup dari Wahyu. Raut wajah Wahyu berubah,sorot matanya yang tajam tak henti-hentinya melirik kearah Alin. "Dia istri saya! kamu tidak usah ikut campur!" Tukas Wahyu dingin kemudian menarik tangan Alin agar menjauh dari seungyoun. Alin hanya bisa pasrah dan diam saat Wahyu menarik tangannya.Ia menahan air matanya untuk tidak jatuh dan terlihat lemah pada Wahyu. "Pulang." Lirih Wahyu dengan ekspresi yang tersulut emosi. Alin menangguk kecil,saat dimobilpun Alin hanya bisa diam melihat jalanan yang mulai sepi karena maghrib tiba. Wahyu sendiri berusaha menetralisir emosi yang membuncah pada dirinya.Ia tidak boleh kalah oleh emosinya. Hingga saat mereka sampai,Alin turun dari

