Satya Terluka

1171 Kata

"Sepertinya lain kali Kamu bisa mengajakku ke hotel untuk menyenangkanmu. Kapan pun itu aku akan selalu bersedia. Daripada Kamu harus susah-susah memanggil pria lain untuk bersenang-senang," ucap Satya dengan nada menyindir. "Maaf Pak. Meski Bapak adalah bos saya, bukan berarti Bapak bisa sewenang-wenang terhadap saya. Apalagi mencampuri kehidupan saya. Apa yang saya lakukan di luar kantor adalah urusan saya sendiri." Amarah Laras menumpuk saat Satya mengatakan kata-kata yang merendahkannya. Ia mengucapkan semua itu karena jengah akan sindiran-sindiran yang Satya layangkan padanya. Satya tersenyum miring. Ia menganggap Laras begitu munafik. Namun di balik itu ada rasa cemburu yang sangat besar jika mengingat pertemuan mereka di hotel tempo hari. Ia menyindir, merendahkan dan marah-marah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN