Laras kembali ke ruangannya dengan menggerutu. Satya adalah seorang bos, kenapa pria itu harus bersusah payah terjun langsung ke lapangan? Padahal, ada banyak orang yang menjadi kaki tangan pria itu. Bahkan tak tanggung-tanggung Satya mengajak karyawan rendahan yang tak ada kaitannya seperti dirinya. "Ada apa, Ras?" tanya Risa begitu Laras kembali. Ia begitu penasaran kenapa Satya memanggil Laras. Bukannya menjawab, Laras malah sibuk menyusun dokumen dan mengutak-atik komputernya. Setelah selesai, Laras bahkan mematikan komputernya. "Nah!" Laras meletakkan setumpuk berkas di hadapan Risa. "Apa ini? Enggak lucu, Ras," ucap Risa kesal. "Pak Satya menyuruhku untuk melimpahkan semua pekerjaanku padamu," ucap Laras sambil mengemasi barang-barangnya. "Jangan bercanda deh, Ras!" "Aku

