"Iya Aunty." "Oh iya. Aunty juga mau minta maaf atas kecerobohan anak Aunty hingga membuat Kamu celaka." "Tak apa Aunty. Saya dah lama memaafkan juga melupakannya." "Baguslah! Kalau begitu silakan diminum. Ayo jangan sungkan!" "Siapa sih yang bertamu? Ramai banget di bawah. Perasaan nggak ada yang kenal kan di lingkungan ini?" Dara memasang telinga baik-baik semenjak terdengar keramaian di lantai bawah. Namun rasa penasarannya membuat ia ingin melihat siapa yang datang. Karena menguping pun bukannya ia bisa mendengar dengan jelas arah pembicaraan tamu itu dengan mamanya. Dara lantas mengganti daster tidurnya dengan kaus besar berlengan panjang yang selalu ia pakai untuk keluar. Tak lupa ia memakai celana hamil yang nyaman untuknya. Ia buru-buru turun untuk mengetahui siapa yang datan

