Siang itu, seorang pria dengan paper bag di tangan memencet bel pintu kediaman Frans beberapa kali. Ia menunggu seseorang membukakan pintu untuknya dengan sabar. Meski dalam hati sedikit gelisah, ia ragu kalau orang yang ingin ia temui ada di dalam sana. Namun, jika wanita itu sampai berani melarikan diri, maka Satya sudah siap dengan segudang rencana dalam otaknya. Meski harus dengan rencana licik sekali pun, Satya akan memastikan bahwa Laras bisa kembali ke dalam pelukannya. Ceklek. Pintu terbuka. Seorang wanita cantik dengan balutan gaun khas ibu-ibu membuka pintu untuknya. Wanita itu langsung tersenyum lebar begitu melihat kedatangan pria itu. "Selamat siang, Tante," sapa Satya. "Selamat siang. Tante kira siapa yang berkunjung tengah hari seperti ini. Rupanya Nak Satya, toh. Ma

