Pria itu berjalan dengan langkah yang lemas. Bayangan ketika ia melihat wanita yang ia cintai itu keluar dari hotel bersama pria lain memenuhi kepalanya. Menimbulkan rasa nyeri yang teramat di hatinya. Berbagai pikiran kotor dan negatif benar-benar meracuni otak Satya. Ia begitu cemburu dan marah. Meski ia bukan siapa-siapa bagi Laras, ia tak terima wanita itu dengan cepat berpaling pada pria lain. Tak tanggung-tanggung, mereka berdua terlihat keluar dari hotel. Membuat Satya berpikir yang tidak-tidak. Bukan Satya saja, orang lain pun akan berpikiran buruk saat melihat seorang gadis keluar dari hotel bersama seorang lelaki. Ceklek. Satya membuka pintu dengan kartu akses. Dengan kakinya ia melepas sepatu pantovel yang ia pakai. Tanpa melepas kaus kakinya, ia terus berjalan menuju ruan

