Laras membalut seluruh tubuhnya dengan selimut tebal. Bahkan gadis itu menutup tubuhnya hingga kepala. Tubuhnya menggigil kedinginan. Rasa tak nyaman ia rasakan di seluruh tubuhnya. Sepertinya dia demam. "Ras!" Pintu kamarnya terbuka tanpa izin. Mamanya berdiri di ambang pintu dengan segelas teh hangat. Wanita itu berjalan ke arahnya begitu menutup pintu kembali. "Kamu tidak apa-apa? Mama sudah dengar semua dari Aaron." "Laras baik, Ma," jawab Laras. "Ck, Kak Aaron ini ya. Ember!" gerutu Laras. "Kamu mau cerita sama Aaron. Tapi sama Mama enggak." Fira mengulurkan tangan dan menempelkan punggung tangannya di kening Laras. Terasa panas dan menyengat. "Astaga, Kamu demam, Nak," ucap Fira di sela keterjutannya. "Laras sungguh tidak apa-apa, Ma. Laras baik-baik saja. Laras hanya butu

