Satu demi satu tes dari hasil kelas baik akademik dan kebugaran kami telah keluar. Beberapa anak yang mulai berguguran sudah mulai diberi pilihan, akan bertahan untuk bekerja atau memilih menerima hadiah uang dan kembali pulang. Sebagian banyak memilih pulang dengan sejumlah imbalan uang. Aku dan teman-teman dekatku masih bertahan dengan tingkatan pelatihan yang lebih rumit lagi. Kami mulai dilatih dengan keadaan di dalam pesawat, mengendalikan baju astronout kami dan lain sebagainya. Aku dan Gustav sesaat ini membuat kesepakatan untuk tidak saling berinteraksi dulu. Masing-masing kami akan fokus pada kelas dan pelatihan kami. “Tidak apa-apa bukan?” tanyanya saat mengutarakan niatnya itu. “Tidak, aku justru suka dengan pemikiranmu.” Kami membicarkannya di taman Maple. Di bawah maple

