Sejak itu, kami tidak lagi segan ketika harus semeja dengan Suvara ataupun Rose yang bersama Phaz. Suvara pun tidak keberatan jika kini waktu kami berdiskuis, hanya berdua tidak sebanyak dulu. Justru dia senang-senang saja saat bisa bertukar pikiran dengan Gustav. “Hari ini ada kelas?” tanya Gustav siang itu food court. “Hm, iya,” jawabku setelah mengingat-ingat ada kelas siapa hari ini. “Dengan siapa?” “Profesor Rii,” jawabku. “Kamu tahu?” “Apa?” “Dia seusiamu.” “Iya?” Dia lalu mengatakan bahwa profesor Rii adalah yang termuda di sini. Tidak hanya menjadi pemenang perjalanan ke bulan, dia juga menerima beasiswa pendidikan lanjutan di sini. Dia mendapat beasiswa menempuh pendidikan di tiga negara berturut-turut karena selalu lulus di awal waktu. “Secerdas itu?” tanyaku hampir t

