Chapter 54

1099 Kata

Tak lama aku melihat Art datang dari arah seberang dengan cattle pack lusuh. Dia baru saja hendak melepas kacamata lasnya dan mengganti dengan kacamata biasanya. Aku melambaikan tanganku memanggilnya. Dia terlihat menyipitkan matanya tapi lalu segera mengenaliku. “Sudah di sini juga?” tanyanya. “Aku jenuh,” jawabku lesu. “Aku lelah,” turtunya. Kemudian dia berjalan ke arah meja pemesanan. Sama dengan saat kami memesan tadi, pelayanan tidak lama. Art kembali dengan baki berisi burger dan segelas besar es teh. Dia duduk di sampingku dan menghadap pada Suvara. “Bagaimana?” tanyanya membuka pertanyaan. “Entahlah, pohonku bahkan belum berbunga,” jawabku. “Jetku juga kehilangan satu sparepart. Kecil, tapi tanpa itu tidak akan terbang dengan lama.” “Yakin sudah ada di daftar bahan?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN