Membalas Budi

1030 Kata

-Taman Istana- "Aku tidak tahu jika selama ini Yusuf sangat iri dengan kita." “Maksud kakak? Apa yang ia irikan dari kita? Kita mendapatkan semua barang yang sama bukan? ” Thalha menggelengkankan kepalanya. Udara siang ini cukup sejuk walau hanya singgah di taman ini. Jika bukan karena paman dan juga bibinya yang diundang khusus hadir di acara perjodohan ini, sudah pasti Thalha akan menyibukkan diri dengan perusahaannya di kantor. Rasanya ia tidak ingin terus-menerus menjadi pihak yang selalu dimusuhi oleh Yusuf. Tatapannya sendu ketika mata mereka tidak sengaja saling beradu tatap dengan Ali. Rasa bersalah pun kembali hadir dalam diri Thalha. “Pernahkah kamu menyadari bahwa Abi selalu membangga-banggakan kita berdua sejak kecil? Yusuf cemburu dengan itu. " Ali pun langsung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN