“Jadi? Kau meminta bantuanku untuk membantu pekerjaan temanmu? Mewawancaraiku?” Rasanya Krista seperti akan digulung oleh Umair hidup-hidup ketika ia ditanyai seperti opir kejam yang sedang menginterogasinya. Krista tahu ini tindakan yang sangat tidak sopan, tapi Krista juga tidak bisa membiarkan Adira membawanya kesana kemari mengelilingi gedung kantor milik Umair. “Y-ya. Emm kau bisa menolaknya jika kau merasa ini tidak penting. Aku tahu kau pasti sangat sibuk dengan semua pekerjaanmu.” Ucap Krista lagi dengan nada kepercayaan diri yang kurang. Suaranya tidak lebih seperti cicitan tikus yang terpojok. “Baiklah, baiklah. Kita akan lakukan sekarang, tapi aku punya beberapa persyaratan.” Adira tersenyum cerah. “Kami akan sanggupi semua persyaratannya!” Umair jujur saja tidak menyukai A

