Ruang kerja yang perlahan mulai menggelap karena hari yang semakin sore. Umair awalnya tidak peduli dengan perkataan Jabir, tapi pagi ini ia teringat dengan wawancara pribadi yang ia lakukan bersama Krista. Takut sesuatu yang pribadi hadir di dalam artikel majalah itu. Ia sedikit khawatir jika mereka melanggar janji. Umair menutup majalahnya dan meletakkannya dengan kasar ke meja sebelahnya dan kemudian menyisir rambutnya ke belakang. “Jangan sampai terlambat untuk meeting penting kita besok.” Ucap Umair saat melihat Jabir sudah mengemas barang-barangnya, bersiap untuk pulang. Wajahnya terlihat bosan. “Seharusnya aku yang berkata seperti itu padamu bos. Assalamu’alaikum.” Jabir pun keluar dari ruangan lebih dulu. Membiarkan Umair yang selalu pulang terakhir dari semua karyawannya. Tap

