14. Di Proyek

558 Kata
" Laras, hari ini mau kekampus " tanya Oma Soraya . " Tidak Oma, hari ini tidak ada kelas, hanya mencari pelengkap tugas ada apa Oma" " Hari ini Oma capek sekali karena acara semalam jadi pulang larut, kamu gantikan Oma lihat proyek pembangunan rumah kapling kita di jln Merpati ya" pinta Oma. " Dengan senang hati. Oma istirahat ya.. jangan lupa minum vitamin dan makan buah." Soraya tertawa " Ah kamu bawel banget tenyata" Mereka tertawa. Membuat suasana sarapan jadi lebih ceria. " Odah seneng deh. Nyonya kembali seperti dulu lagi. " Kata Bik Odah sambil menyusut air matanya. Seketika Oma dan Laras terdiam. " Itu karena ada bidadari cantik yang Tuhan kirimkan pada Oma, terimakasih ya sayang" kata Oma sambil merengkuh Laras dalam pelukan. Suasana berubah menjadi haru. " Sama-sama Oma.." timpal Laras sambil mengelus punggung Oma. " Selamat pagi semua, saya Sariyem biasa dipanggil Sari sudah pulang dari berbelanja dipasar." teriak Sari didepan pintu ruang makan. Semua terkejut dan menoleh kearah Sari. Dia jadi terkejut dan cengar- cengir karena semua orang memandang kearahnya. " Ini ada apa..kok ada acara tangis menangis dan peluk memeluk..." tanyanya kebingungan. Soraya dan Laras hanya tersenyum. " Kamu ini..merusak suasana, dateng- Dateng sudah ngoceh kayak knalpot bocor, salam kek atau gimana gitu" semprot bik Odah. Sari hanya cengar- cengir sambil jalan berjingkat- jingkat kedapur. Bik Odah tampak kesal lalu mengikuti Sari kedapur. Laras tertawa sambil geleng-geleng kepala. " Ya Sudah Laras siap-siap dulu ya Oma." " Hati- hati ya sayang, Oma mau istirahat dikamar." " Bye Oma..." Laras segera berjalan menuju kamarnya untuk bersiap. Setengah jam kemudian dia sudah berdiri diteras. " Boy.." panggilnya pada sopir yang lagi asik menggelap kaca mobil. " Woy..siaaap Nona muda...sialhkan masuk" segera Boy membukakan pintu mobil. " Ke proyek di jln Merpati ya " kata Laras setelah Boy siap dibelakang kursi kemudi. "Siappp....meluncurrrr.." *** " Pengumuman untuk semuanya, hari ini pemilik perusahaan kontraktor ini berhalangan hadir, Tapi beliau mengirim cucu tunggalnya untuk mewakilinya , apakah semua sudah siap." teriak pak Mandor Tatang. " Siap Pak" sahut para pekerja yang sudah berbaris rapi didepanya. " Pak ..maaf, kmaren bapak bilang kekurangan tenaga, ini saya bawa keponakan saya, dia sudah biasa bekerja dan sudah berpengalaman. sudah masuk dua hari ini." kata salah satu pekerja yang bernama Wanto. " Ok, berarti semua formasi sudah terisi ya,...silahkan kembali bekerja nanti jika Cucunya pemilik perusahaan tiba, akan segera saya bunyikan sirene, dan segera kalian berkumpul kembali disini, paham semuanya " teriak pak Mandor Tatang. " Paham pak" sahut para pekerja serentak " Kembali bekerja" Imbuh Tatang. dan semua segera Bubar menuju ke posisi masing-masing. " Om, memang yang punya usaha kontraktor ini perempuan ya" tanya pekerja baru yang tak lain adalah Anto. " Iya To, dulu dipegang putra laki-laki nya yang beberapa tahun lalu kecelakaan pesawat bersama istrinya. Dan sekarang Nyonya hanya tinggal dengan cucu tunggalnya, yang nantinya akan jadi pewaris tunggal perusahaan ini" jelas Wanto. " Oh gitu, Om sudah bertemu dengan cucunnya Nyonya besar" tanya Anto lagi. " Belum To, katanya dia baru pulang dari pendidikan diluar negeri, tadinya mau selesaikan kuliah diluar negeri atau diKota besar disini, tapi kasihan neneknya sendirian jadi dia pulang kembali kesini dan kuliah disini" "Oh gitu ya...laki atau perempuan cucunya om" tanya Anto lagi. " Tidak tau..lihat nanti saja, Ayo kerja lagi" tukas Wanto. Segera mereka kembali ke posisi kerja semula.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN