'Akan kubungkam dan kubuat kau semakin tak berdaya, wahai kupu-kupu indahku' - Ares Pratama . . . Marcel mengepalkan tangannya untuk menahan segala emosinya saat ini. Demi apa pun, dia sama sekali tak terima dengan cara Ares yang terang – terangan menyombongkan dirinya. Pria itu seakan menegaskan perbedaan kasta mereka saat ini. Menghamburkan uang adalah gaya hidup Ares dan merendahkan orang lain sudah menjadi kebiasaanya. Ya, terlebih lagi kepada yang berani menantangnya dan bersikap sok berani. “ Terima kasih untuk kebaikan hati anda, Tuan Pratama. Senang bekerja sama dengan anda,” balas Marcel setelah mengendalikan segala emosinya. Ingin rasanya ia menghajar Ares dan memaksa pria itu buka mulut soal semua kejahatannya. Sialnya, kalau dia berani melakukan itu, maka dia lah yang akan

