Arsen terbangun dari tidurnya, dia melihat Lily yang masih sangat lelap. Dia mendengar pintu kamarnya di ketuk lalu dia memutuskan untuk membukanya. Harsa terlihat khawatir dan membuat Arsen penasaran dengan apa yang terjadi. “Kenapa?” tanya Arsen. Harsa lalu menunjukkan berita terbaru di ponselnya, Arsen meminta Harsa untuk keluar dan membicarakan semua ini di ruang kerjanya. Dia tidak mungkin membuat Lily khawatir akibat masalah yang ada. “Bagaimana bisa terjadi?” tanya Arsen. “Besok kita harus memberikan klarifikasi karena beberapa orang sudah mendesak untuk meminta dilakukan rapat, mereka takut jika harga saham anjlok karena masalah ini. “Baik, siapkan semuanya. Aku akan melakukan hal itu, aku masih sehat dan bahkan kuat kenapa mereka membuat kabar miring seperti ini.” Arsen mengg

