Rey langsung memasukkan calista ke dalam mobilnya tanpa banyak kata,rey diam seribu bahasa dengan wajahnya yang dingin.calista yang merasa tidak enak karena belum memberitahu syintia dia pulang duluan akhirnya memutuskan untuk menelpon syintia
“syintia” ucap calista setengah berbisik sengaja badannya dia jauhkan sedikit agar rey tidak mendengarnya
“calista kamu kemana? Kami mencari mulai tadi kata ka azam kamu ditarik sama orang”
“iya kebetulan ada keperluan mendesak jadi aku nggak sempat kabarin kalian,bilang juga sama ka azam kalau yang dibilang orang tadi salah ya”
Rey yang mendengar samar samar mengeratkan pegangannya ke stir untuk menahan rasa marahnya
“hah kata yang mana?”
“pokoknya bilang gitu aja ka azam pasti paham,sudah ya aku tutup dulu”
“tapi-“
Belum sempat syintia berbicara calista pun langsung menutupnya dan menatap rey sejenak,rey masih saja menampakkan wajah dinginnya
“kenapa bilang gitu” ucap rey dengan dingin
Calista mengerutkan keningnya tidak paham “apanya?” Tanya calista
“kenapa kamu bilang kalau yang aku katakana tadi itu salah” ucap rey dingin tapi dari nada biaranya calista bisa menebak kalau rey sedang menahan marahnya
“maksudnya? Aku nggak paham rey” ucap calista bingung
Rey pun menepikan mobilnya tangannya dengak kuat menggenggam stir mobil hingga kemerahan
“rey” ucap calista takut sedari tadi rey tidak berbicara
Prakk
Rey menampar stir mobilnya dengan kencang dan membuat calista terkejut
“rey kamu gila ?!” ucap calista mulai meninggi
“kamu bilang aku gila? Ya aku gila gara gara kamu calista” jawab rey dan membuat calista semakin ketakutan,tangan calista ingin membuka pintu mobil tetapi ternyata pintunya sudah di kunci oleh rey
“sial” batin calista
“kamu kenapa tadi bilang sama temanmu kalau yang aku katakan sama si b******n itu salah?” calista akhirnya paham jadi yang ditanyakan rey tadi percakapan dia dengan syintia
“yang kamu bilang sama ka azam?” rey masih saja menatap calista dengan dingin
“memang benar kan,kita nggak ada hubungan apa apa” ucap calista
“sial” ucap rey dan menampar kaca mobil yang disamping calista dan membuat calista menutup matanya
“bukankah semenjak hari dimana aku menolak kaka kelas dan menyebut kamu pacarku,sejak itu kita berpacaran” ucap rey di depan wajah calista,calista bisa merasakan hembusan nafas rey di depannya.
Calista tidak berani membuka matanya dia takut saat membuka matanya dia malah meelihat wajah rey yang menakutkan
“ttapi aku tidak pernah mengatakan iya rey selama ini kita teman” ucap calista sambil menutup matanya dan itu malah membuat rey semakin marah tangan kirinya dia tamparkan lagi ke jendela disamping kiri calista.dan ya calista sekarang terkurung oleh badan rey
“aku tidak butuh kata iya atau tidak dan jika aku melihat kamu dengan laki laki itu aku akan lakukan hal lebih dari ini” ucap rey dan mencium bibir calista dengan pelan sangat pelan tidak ada unsur kekerasan dalamnya,tapi itu mampu membuat calista terkejut setengah mati air mata nya tidak bisa dia tahan.
Sial first kiss nya diambil rey dengan cara seperti ini
“kamu gila rey!” teriak calista marah sambil mengelap bibirnya yang bekas di cium rey tadi
“aku nggak pernah nerima kamu dan kamu maksa aku” ucap calista air matanya sedari tadi terus menetes,hatinya sakit tidak tau kenapa akibat perlakuan rey tadi harga dirinya terasa hilang
Rey hanya diam saat melihat calista menangis dia mulai melajukan kembali mobilnya kejalan
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam tidak ada yang berbicara,calista hanya bisa menangis di dalam hati dan memalingkan wajahnya ke jendela..karena keheningan ini akhirnya calista tertidur lelap.
Rey yang melihat calista tertidur lelap tidak tega untuk membangunkannya dan rey juga lupa jalan kerumah calista,tidak mungkin rey membawa calista ke rumahnya yang ada mungkin ibunya akan menikahkan mereka sekarang juga apalagi melihat calista habis menangis begini
Sebenarnya rey tidak ingin seperti ini tetapi dia juga tidak dapat menyembunyikan rasa cemburunya saat melihat calista dengan laki laki tadi.rey memang memiliki sifat temperamental dan pencemburu yang berat dan hal itulah yang menjadi salah satu alasan dia tidak membiarkan dirinya jatuh cinta dengan siapa pun.
Rey sudah berusaha untuk tidak menunjukkan kecemburuannya kepada calista tetapi dia tidak tahan lagi disaaat dia meliihat calista di jemput dengan seorang laki laki apalagi mereka terlihat akrab.tentu saja rey tidak percaya akan cinta dia hanya merasakan perasaan kalau calista adalah miliknya,dan miliknya tentu saja tidak boleh di sentuh oleh siapa pun.
Akhirnya rey memutuskan membawa calista ke apartemen rey,rey pikir itulah jalan terbaik saat ini
**********
Calista terbangun dan memandang ke langit langit dia merasa asing terhadap tempat tersebut,terakhir dia mengingat kalau dia bersama rey bertengkar dan akhirnya dia tertidur
“rey” ucap calista langsung bangun sial harusnya dia tidak tertidur waktu itu,bagaimana jika rey menculiknya dan menjualnya ke luar negeri?
Ceklek
Calista terkejut saat ada orang yang membuka pintu dan langsung menarik selimut untuk menutupi badannya.
“ini di apartemen ku” ucap rey seakan mengetahui isi pikiran calista
“kenapa aku bisa disini?” Tanya calista
“kamu tertidur dan aku lupa jalan kerumah mu” ucap rey menjelaskan
“lalu kenapa nggak nelpon syintia “
“aku nggak tahu kontaknya yang mana” calista hanya bisa terdiam bagaimana pun ini salah nya dan untung saja calista tidak dibuang rey di pinggir jalan.
“makanan udah siap,kamu mandi dan sarapan” ucap rey dan menarik suatu pakaian dari lemarinya
“nih pakai,aku nggak ada baju wanita jadi pakai baju aku aja dulu” ucap rey sambil menyerahkan celana training dan baju kaosnya.
Calista menerimanya dengan diam dia tidak ingin banyak bicara lagi dengan rey kejadian kemarin masih membekas di kepala calista dan membuat calista takut jika sewaktu waktu rey akan kembali seperti semalam
“habis sarapan nanti aku antar kerumah”
“hm” balas calista seadanya
Rey menepati janjinya dan mengantarkan calista kembali kerumah,sepanjang jalan calista hanya diam dan tidur tentunya setelah dia memberitahu alamat rumahnya agar insiden kemarin tidak terulang
“makasih” ucap calista saat mereka sudah sampai di depan rumah calista
“hm” balas rey dan melajukan mobilnya
Calista melihat jam di teleponnya jam 09.00 ayahnya pasti sudah berangkat kerja dan semoga saja ibunya pergi ke pasar hari ini.calista berjalan dengan pelan sambil melihat sekeliling
“aman” batin calista saat melihat rumahnya kosong,dengan cepat calista berlari ke lantai atas kamarnya dan beganti pakaian jangan sampai ibunya melihat dia memakai baju laki laki.
Setelah berganti pakaian calista berbaring di ranjangnya sambil mengingat kejadian kemarin dia masih bingung kenapa rey jadi sampai semarah itu,padahal dia Cuma bercanda dengan ka azam dan dia dengan rey juga tidak memiliki hubungan apa apa.
Ting…..ting…ting
Bunyi bel memecahh lamunan calista dengan malas dia bangkit dari ranjangnya dan berjalan ke depan pintu,siapa yang berani mengusik istirahatnya,tidak mungkin ibu mungkin tamu penting piki calista
“calista!” ucap syintia keras saat calista membukakan pintu
“kamu kemana aja malam t-“ tangan calista langsung membekap mulut syintia,orang rumah memang tidak ada tapi siapa tau ibunya ada di belakang syintia dan mendengar percakapan mereka
Calista menarik syintia sampai kelantai atas kamarnya
“apa” ucap calista setelah dia melepaskan bekapannya
“kamu malam tadi kemana?” Tanya syintia
“ibu kamu malam tadi nelponi katanya hp kamu aktif tapi kamu nya nggak angkat” jelas syintia
“lalu kamu bilang apa sama ibu?”
“aku bilang kalau kamu lagi nginap ditempatku dan lupa mau bilanng”
Calista tersenyum cerah temannya itu tenyata pintar juga buat berbohong
”kamu kemana aja kemarin? Untung aku punya alasan’ Tanya syintia kepo
“nggak kemana mana kok,malam tadi nginap di rumah sepupu” ucap calista mencari alasan wajahnya terlihat memerah
Syintia yang melihat itu pun tidak percaya dengan sahabatnya ini
“bohong,kamu kemarin terakhir sama rey kata ka azam” ucap syintia
“ya habis dari rey aku langsung pergi” kilah calista lagi
Syintia mengedarkan matanya ke penjuru ruangan untuk mencari bukti dan tibalah matanya melihat setumpuk pakaian tergantung yang asing.
Syintia mendekati tumpukan itu dengan cepat sebelum calista menyadarinya
“ini pakaian siapa? Ini punya laki laki calista” ucap syintia sambil memperhatikan model pakaiannya
Calista tertunduk dia mengutuk kebiasaan dia yang tidak pernah membereskan pakaian
“kamu bilang malam tadi kamu kemana atau aku lapor ibu” ancam syintia
“jangan iya malam tadi aku tidur di apartemen rey” ucap calista pelan dan membuat syintia terkejut
“apa!” teriak syintia dia tidak menyangka kalau sahabatnya itu seberani itu
“ini bukan yang kamu pikirin,amalam tadi aku memang tidur di apartemen rey tapi kami nggak lakuin apa apa” terang calista
“lalu kenpa kamu bisa pakai baju nya rey?”
“waktu itu rey jemput dan bilang kalau kami harus segera menyelesaikan tugas kelompok tapi ka azam salah paham makanya aku nitip bilangin ke kamu” terang calista syintia hanya diam menghayati
“setelah itu kami mengerjakan tugas tapi nggak kerasa udah tengah malam jadi rey nawarin buat nginep tapi sumpah kami nggak ngelakuin apa apa” ucap calista
Syintia mengangguk paham sahabatnya itu pasti bisa menjaga dirinya sendiri
“kamu kenapa bisa jadi dekat sama rey ?” selidik syintia
Muka calista seketika panik “ nggak kami nggak dekat,siapa bilang kami dekat?”
Syintia mengedipkan bahunya “sudah jadi rahasia umum kalau kalian di gosipkan pacaran gara gara kalian ke uks berduaan”
“apa?! Bagaimana bisa?”
“ya aku nggak tau,dan sekarang kamu jadi list daftar hitam buat klub penggemar rey”
“rey punya klub gitu?”
“iya bukan rey nya yang buat tapi para pengabdi rey yang baut termasuk kaka kelas disana banyak” ucap syintia dia merasa kasihan dengan sahabatnya ini sekarang
Calista meneguk saliva nya sekarang dia tahu alasan orang orang yang bertemu dengannya selalu memandang
***
Hari ini calista tidak semangat untuk sekolah berulang kali syintia mengajaknya mengobrol dan hanya di tanggapi singkat oleh calista
Disepanjang dia duduk makan di kantin setiap kali dia melirik pasti aka nada segerombolan gadis gadis yang memandang ke dirinya dan berbisik ketemannya setelahnya,walaupun bukan calista yang di bicarakan tapi tetap saja calista itu merasa dia .
“syintia aku ke taman ya” ucap calista
“kamu lanjutin makan nanti susul ya”sambung calista dan diangguki oleh syintia
Calista duduk santai dibangku taman tepat didepannya ada rey dan anak anak lain yang sedang main basket dan tentu saja segerombolan penggemar rey yang memberi semangat sedangkan di samping calista ada orang yang sedang pacaran.calista menjerit di dalam hati kenapa nasib ya harus se sial ini
“hm calista?” ucap seorang pria,mendengar namanya dipanggil calista pun mengangkat kepalanya
“iya?” jawab calista bingung dia tidak pernah mengenal laki laki ini
“ini”ucap pria itu sambil menyerahkan sebuat surat
Calista pun membuka dan membacanya ternyata dalam surat itu adalah surat pengauan cinta,calista menyeringitkan dahinya siapa yang menulis ini?
“siapa yang nulis ini?” Tanya calista ke pria yang memberinya surat tadi
“aku,jadi mau kita pacaran?” Tanya laki laki itu sedangkan calista hanya diam
“aku tau kalau kamu di gosipkan pacaran dengan rey tapi aku yakin kalau itu Cuma rumor” ucap pyia itu
“maaf aku nggak bisa” ucap calista akhirnya
Si pria itu pun bingung dengan ucapan calista
“aku nggak bisa”
“jadi rumor itu benar kalau kalian berdua pacarran?” ucap pria itu setengah kesal
“nggak,tapi aku memang nggak bisa” ucap calista dingin
Si pria itu marah dan menarik tangan calista paksa tetapi dengan cepat calista menolaknya,si pria itu terus saja menarik calista walaupun calista sudah menolaknya.
Bugh..bugh
Terdengar beberapa tamparan sontak saja membuat orang orang di sekelilingnya segera datang,calista panik saat melihat rey lah yang memukuli pria tadi
“rey udah” ucap calista melerai mereka berdua
Rey pun mehentikan pukulannya sedangkan pria tadi bangkit dan segera kabur
“dasar jalang” ucap pria itu sebelum pergi
Calista yang mendengarnya sangat terkejut kenapa pria tadi menyebutnya seperti itu
calista ingin pergi tetapi tangannya di tahan oleh rey
“lepas” ucap calista dingin
“mau kemana?”
“bukan urusan kamu” ucap calista tetapi air matanya mulai memupuk di ujung matanya
“Cuma mau ngingatin kalau baju aku yang kemarin jangan lupa di cucikan” ucap rey
Mata calista membuat sungguh dia tidak habis pikir rey berkata seperti itu dengan lantangnya,perkataan rey tadi bisa membuat orang lain salah paham belum lagi di sekitar mereka masih banyak orang yang berkerumun gara gara kejadian tadi
Plak
Calista menampar pipi rey keras
“bodoh” ucap calista sambil mehentakkan tangannya yang dipegang rey tadi dan oergi berlari meninggalkan rey
Calista pergi kebelakang sekolah dia menangis tersedu sedu,dia hanya ingin sekolah yang damai tetapi itu Cuma jadi angan angan semenjak dia mengenal rey hidup nya berantakan
Tret…trett..trett
Telepon calista bergetar dan nampaklah nama syintia
“halo calista kamu dimana?” ucap syintia khawatir setelah dia mendengar kabar tentang perkelahian adi dia langsung menelpon calista
“aku di belakang sekolah” ucap calista sambil menangis
“ kamu tunggu disitu ya aku kesana” ucap syintia dan menutup telponnyaa
Syintia berlari menghampiri sahabatnya itu yang sedang menangis,dia merasa iba dengan calista yang terus saja menangis berpuluh cara telah dia lakukan agar sahabatnya itu berhenti menangis
“sudah jangan menangis” ucap syintia menenangkan
“tapi pasti setelah ini gossip semakin menyebar,dan rumornya malah tambah kejam” ucap calista setelah menceritakan kejadian tadi dan ucapan rey.
Syintia memandang sahabatnya itu”aku punya rencana buat berhentiin ini gossip” ucap syimtia
Calista mengankat kepalanya” apa?” Tanya calista
“gini kamu sama ka azam pura pura pacaran aja nanti gossip itu terbantahkan dan kamu bisa kembali seperti semula” ucap syintia
Calista menggeleng dengan cepat dia tidak bisa memikirkan bagaimana reaksi rey jika mengetahui itu terakhir kali saja sudah mampu membuat calista trauma apalagi ini.
“nggak syin” tolak calista
“kalau kamu nggak mau pacaran yaudah pura pura dekat aja sama ka azam” usul syintia
“kalian dekat aja biar semua orang percaya terus kalau sudah terserah kamu lanjut atau nggak”
Calista berpikir keras sepertinya usul kali ini bisa diterima setidaknya dia dan ka azam tidak terikat apa apa yang bisa menyakiti satu sama lain dan untuk reaksi rey biarlah buat apa juga dia memikirkan itu.
Calista kembali ke kelas bersama syintia sepanjang jalan siswa lain akan menatap calista dan membuat calista tidak nyaman tetapi syintia selalu menepuk bahunya dan bilang tidak apa apa setidaknya itu memberi calista sedikit kekuatan.sesampainya di kelas calista mengirim pesan ke ka azam meminta untuk menjemput calista.mulai hari ini dia akan mencoba dekat dengan ka azam
Calista menolehkan kepalanya ke samping terlihat rey yang sedang duduk santai dengan bukunya,walaupun kelakuan rey begitu tetapi dia memiliki otak yang sangat pintar kalau orang lain untuk mendapatkan nilai tinggi harus belajar mati matian lain halnya dengan rey dia bisa menyalin semua tulisan yang dibuku hanya dengan 1 kali baca dan itulah yang membuatnya bisa masuk ke kelas ini.
Teng…teng..teng
Bunyi alarm sekolah berbunyi yang menandakan kalau waktu untuk sekolah telah selesai,calista mencek kembali telponnya apakah ada balasan dari ka azam
“oke nanti aku jemput,tunggu di depan gerbang” itulah balasan dari ka azam,calista sebenarnya suka suka saja dekat dengan ka azam tetapi dia merasa tidak enak dengan memanfaatkan seperti ini
“heh calistaa” ucap seorang kaka kelas saat calista berjalan menuju gerbang sekolah
Calista yang merasa terpanggil pun berhenti “ kenapa ka?” ucap calista dingin dia tidak akan berepot repot bicara sopan
“heh jauhi rey ya,kamu itu nggak pantas buat jadi pacar dia” ucap kaka kelas itu
Calista tersenyum kecil “jadi pacar rey? Kami nggak punya hubungan apa apa lagi pula kau udah punya pacar” ucap calista dia rasa ini waktu yang tepat untuk memulai dramanya
“pacar? Sudah jangan banyak alasan awas aja kalau kkamu ketahuan dekat dengan rey”
“kalau kaka nggak percaya ya sudah,aku pergi dulu” ucap calista tetapi siapa sangka kaka kelas itu menarik rambut panjanng calista mungkin merasa kesal
“akh” teriak calista saat rambutnya ditarik
“heh baru jadi adik kelas aja sudah sok kecantikan,kamu nggak tahu siapa aku? Bila kamu berani dekat dekat dengan rey lagi ku jamin sisa masa sekolah mu tidak akan tenang” ucap kaka kelas itu dan melepaskan cengkramannya dirambut calista
Calista tidak menjawab dia langsung pergi,dia malas untuk berdebat dan menjadi bahan perhatiaan lagi
“rambut kamu kenapa?” Tanya ka azam saat calista masuk mobil dengan rambut berantakannya
Calista tersenyum “ nggak papa ka tadi ada angina aja”ucap calista dan membuat azam percaya
***
Calista meletakkan handuk kepalanya di gantungan balkon seperti biasa sambil menikmati semilir angina yang menerpa wajahnya,mandi di malam hari adalah cara terbaik untuk mehilangkan stress dan penat yang dirasakan sekarang
Tret……….trett………tret..
Handphone calista berbunyi dan tertera nama rey yang menelponnya
Calista menyeringitkan dahinya buat apa rey menelponnya?
“halo” ucap calista
“kamu hari ini taddi pulang sama dia?”
“dia siapa?”
“yang kemarin main basket” calista langsung menangkap kalau yang dimaksud rey adalahh ka azam
“hm”balas calista
“kamu berapa kali aku bilangin,kamu nggak usah dekat dekat dengan dia” ucap rey marah
“apa hak kamu larang aku?” ucap calista tak kalah kesal
“kita pacaran calista berapa kali harus aku bilang”
“kita nggak pacaran rey,aku nggak pernah bilang apa apa”
“apa kamu h-“
Ucapan rey terputus karena calista langsung memutus sambungan mereka,calista melempar handphonenya ke ranjang masa bodoh dia harus menerima amarah rey lagi daripada dia harus mendengar ejekan dan ancaman dari penggemar penggemar rey.