episode 8

1662 Kata
Setelah bebrapa saat  mereka pun sampai,syintia pun langsung mengajak calista ke sebuah restoran sushi “kamu mau pesan apa?pesan aja” tawar stintia dan membuat calista heran kenapa sahabatnya ini menjadi sangat baik “calista kamu tau nggak tadi,aku ketemu laki laki tampan loh” ucap syintia dan membuat calista yang mendengarnya tersedak “oh jadi alasan kamu ningalin aku tadi gara gara mau ketemu laki laki tu” ucap calista kesal “yee nggak lah,aku juga baru bertemu dan kami tadi tukaran nomor telpon.orangnya baik banget mana senyum terus lagi” ucap syintia bersemangat “kamu percaya sama cinta pandangan pertama itu syintia?” “iyalah,cinta pandangan pertama itu ada” jawab syintia Calista tertegun syintia dan rey memiliki pandangan yang berbeda tentang cinta,sebenarnya calista ingin mengubah pandangan rey itu tetapi dia sadar diri dirinya siapa bagi rey,walaupun calista mulai merasa nyaman dengan rey tetapi tetap saja dia bukan siapa siapanya rey   “nah itu orangnya “ tunjuk syintia saat seorang laki laki dating mehampiri mereka,dari perawakannya laki laki itu tinggi dengan badan yang tegap dan kulit yang sawo matang secara sekilas pun orang lain akan mengatakan kalau laki laki itu tampan berbeda dengan rey  yang memilliki kulit yang putih bersih “perkenalkan ini azam sepupu aku” ucap syintia,si laki laki itu pun mengulurkan tangannya  sambil tersenyum manis kepada calista Calista pun menerima uluran tangan itu dengan senang hati plus senyuman manis juga dari calista “kak ini calista sahabat aku” ucap syintia “oh ya orangnya cantik,salam kenal calista” ucap azam sambil tersenyum manis,dengan mata yang hampir membentuk bulan sabit sejenak calista tertegun senyumannya dari laki laki ini mampu menghipnotisnya dan calista yakin bukan dia saja yang akan terpesona dengan senyuman itu “salam kenal jug a ka” ucap calista “hm calista masih sma?” “iya ka satu kelas sama syintia,kalau kaka?” sejak tadi syintia hanya diam sambil memandang teleponnya dengan senyum yang berbinar binar dan membiarkan azam dan calista berbincang bincang “udah kuliah jurusan kedokteran” “oh ya ka? Calista juga rencananya kalau udah lulus mau masuk kedokteran” ucap calista bersemangat Biasanya dia hanya akan diam jika bertemu dengan orang baru tetapi dengan azam dia bisa berbicara dengan nyaman mungkin karena pembawaan azam yang easy going dan ramah berbanding terbalik dengan rey yang pembawaannya dingin dan hemat bicara membuat calista bingung terkadang untuk berbicara dengannya dan jangan lupa sifat rey yang nyebelin itu menjadi nilai minus besar dimata calista   Setelah lama berbincang akhirnya calista dan syintia pun pamit pulang karena hari sudah sore “gimana tadi seru nggak?” “seru apanya?” Tanya calista bingung “sama ka azam tadi kamu bicara terus sama dia?” ucap syintia “oh seru ka azam baik dan aku baru tau dia mahasiswa kedokteran” “ka azam itu sebenarnya orangnya baik apalagi kalau senyum itu manis banget,setiap kali aku lihat ka azam selalu ingat jeno nct dream senyum mereka sama cuman ka azam versi hitamnya” ucap syintia cekikikan Calista memutar kedua matanya temannya itu selain jadi bucin cinta tapi dia juga bucin nct dream tidak meherankan kalau syintia mempunyai banyak barang barang mereka.tetapi calistta juga tidak menampik kalau senyuman ka azam memang sangat manis. “btw tadi aku di ajak ka azam buat nonton dia pertandingan basket besok sore” ucap calista bersemangat dia sungguh menyukai basket tetapi sayangnya dia tidak bias memainkan permainan basket “kamu temenin aku nonton ya” sambung calista “sip,sekaligus aku mau ajak cowo perpus itu juga” ucap syintia ****** Hari senin adalah hari yang sangat menyebalkan bagi semua siswa upacara dihari senin,belum amanat yang sangat panjang oh itu tidak seberapa masih tapi hari senin adlah hari paling menantang bagi siswa yang tidak mematuhi atribut sekolah dengan guru bk yang berkeliling sepanjang upacara dan memeriksa atribut siswa satu per Satu   “calista” ucap syintia menyenggol lengan calista yang di depannya “aku lupa makai dasi hari ini,ibu bk keliling dari tadi” “kamu gimana bias lupa sih”ucap calista berbisik agar tidak kedengaran yang lain “pagi tadi bangun telat jadi lupa” jawab syintia” gimana nih?” “kamu pura pura pingsan aja,nanti aku tangkap jadi kita bisa ke uks” “akh oke oke” ucap syintia dan tidak berapa lama syintia pun memulai aktingnya dengan pura pura pingsan dan calista pun dengan sigap menangkap syintia dan membopongnya ke uks dengan bantuan siswa pmr yang jaga waktu “syintia bangun ini sudah di uks” ucap calista saat syintia sudah di bopong ke uks.setelah dibopong syintia pun di letakkan di ranjang uks dan calista pun beralasan kalau dia yang akan menjaga syintia sehingga dia tidak perlu lagi untuk balik. “udah keluar mereka?” Tanya syintia berbisik “udah” Syintia pun bangun dan duduk “syukurlah acting ku meyakinkan” ucap syintia lega “yeee lain kali jangan lupa bawa dasi,aku nggak mau ya kalau harus gini lagi” “sip sayang” ucap syintia dan membuat calista bergidik ngeri “tapi syint—“ “hm”” Calista dan syintia pun membuka saat mendengar suara dari belakang mereka,calista pun dengan cepat menyingkap tirai putih untuk melihat siapa itu “rey??” ucap calista bingung karena rey dengan santainya duduk di kursi dengan tangan yang sedang main game “kamu  nggak upacara?” “nggak panas” jawab rey dengan acuh “nggak boleh gitu rey,kamu harus upacara” “ya kamu kenapa jadi nggak upacara juga,aku tau pembicaraan kalian tadi” ucap rey sambil memasukkan handphone nya ke saku “kamu dengar tadi?” “hm” “hehe please jangan kasih tau ya” ucap calista memelas tapi diacuhkan rey,rey malah sibuk dengan handphone nya lagi “rey kamu dengar nggak sih” ucap calista mendekati rey,tapi naas disaat calista berjalan menghampiri rey malah dia tersandung lemari dan membuat calista jatuh.melihat calista jatuh dengan sigap rey menghampirinya “calista ada apa?” Tanya syintia saat keluar “calista kamu kenapa?” Tanya syintia lagi dengan panic saat melihat lutut calista yang sedikit berdarah Rey pun mengangkat calista dan membaringkannya di ranjang “biar aku aja rey” tawar syintia saat rey ingin mengobati lutut calista “tolong ambilkan obat merah di box” ucap rey meminta ke syintia Rey mengambil kain bersih dan membahasahinya dengan air bersih untuk membersihkan lukanya “ini rey obatnya” ucap syintia sambil menyerahkan obat merah ketangan rey,tanpa banyak bicara rey menagmbil obat merah itu dan mengoleskannya ke lutut calista.calist sedari tadi hanya memandang rey tanpa bicara  lukanya sebenarnya tidak sakit sedikit berlebihan kalau dilihat sikap rey kepadanya. “sudah,kamu bisa jalan ke kelas kan?” Tanya rey entah mengapa hati calista merasakan seperti getaran getaran yang tidak dia mengerti,dia merasa hangat atas perlakuan rey tadi “bisa kok  nanti syintia yang tuntun” jawab calista dan di iyakan oleh syintia Dengan tertatih calista kembali ke kelas dan rey hanya  mengikuti mereka di belakang     “kaka ngapain kesini?” Tanya calista saat melihat azam ada di depan sekolah mereka “tadi kaka kebetulan udah selesai kelas jadi sekalian aja jemput kamu buat nonton kaka main basket” ucap azam sebenarnya dia itu hanya alasan kelasnya hari ini kosong tapi Karena dia ingin jemput calista akhirnya dia berbohong seperti itu “eh nggak papa ka? Nanti ngerepotin” ucap calista tidak enak “nggak papa kann sejalan juga,ayo naik nanti terlambat” ucap azam dan diangguki dengan semangat oleh calista,calista pun naik ke mobil azam tanpa sadar ada sepasang mata yang menatap mereka dengan dingin.   “calista sini” ucap syintia sambil melambaikan tangan,ternyata syintia membawa laki laki perpus itu pantas tadi calista ditinggal sendiri untung ada ka azam yang menjemputnya “calista kenalin namanya Rachel” ucap syintia sambil memperkenalkan mereka “Rachel prawira” ucap laki laki itu,calista menilainya sekilas cukup tampan dan calista rasa ini memang masuk ke kriteria syintia. “calista ini cemilan buat kalian” ucap azam tiba tiba datang membawa cemilan yang banyak untuk mereka “wah kebetulan lagi lapar,makasih banyak kaka” ucap syintia langsung menyambar kantong belanjaan itu “calista kamu nggak papa kan kalau aku tinggal?” Tanya azam perhatian sejujurnya calista merasa kesepian karena syintia sedari tadi asik mengobrol dengan Rachel sedangkan dia hanya jadi obat nyamuk “nggak papa ka” balas calista,azam pun tersenyum dan membelai pelan rambut atas calista “oke aku tinggal ya” ucap azam dan dibalas anggukan oleh calista Sepeninggalnya azam mata calista menangkap seseorang yang dia kenal sedang memandang kearahnya dengan tatapan yang dingin “rey?” Tanya calista dalam hati sejak kapan rey ada disini? Dan dia memakai baju basket apa rey juga akan ikut bertanding? Calista ingin memanggil rey tetapi itu ia urungkan saat menatap wajah rey yang sangat tidak bersahabat tatapannya dingin walaupun biasanya rey juga memberikan tatapan itu tetapi saat ini rey memancarkan aura lain yang membuat nyali calista menciut Disepanjang pertandingan calista meenyasikkan pertandingan antara azam dan rey dan benar  saja keduanya menjadi lawan satu sama lain.harus diakui kalau skill mereka sangat hebat tetapi tetap saja itu tidak menghilangkan rasa bosannya,mood nya tiba tiba berubah semenjak menatap wajah dingin rey. Setelah lama menunggu akhirnya pertandingan mereka pun selesai,azam pun langsung mehampiri calista dan membuat penonton wanita lainnya mulai ribut “ka azam itu primadona disini,hati hati kamu akan jadi musuh mereka” bisik syintia sambil menunjuk segerombolan wanita yang duduk tidak jauh dari mereka sedangkan azam terus berjalan mendekati mereka “gimana pertandingannya?” Tanya azam sambil duduk di samping calista,sebenarnya calista merasa sedikit tidak nyaman dengan posisi seperti ini karena terlalu dekat ditambah seperti nya wanita di belakang  mereka mulai bicara yang macam macam “seru ka” balas calista sekadarnya “oh ya? Sayang tadi tim kaka kalah” tim nya azam memang kalah disbanding dengan tim rey “nggak papa ka,tadi kaka udah keren” ucap calista sedari tadi dia tidak menatap ke wajah azam pandangannya lurus ke seorang laki laki yang memperhatikan mereka sedari tadi “kenapa rey sedari tadi melihat terus?” Tanya calista dalam hati Azam yang mendengar kata dari calista langsung mengacak rambut calista dan membuat calista mengalihkan pandangannya kearah azam “kaka nanti rusak rambutnya” ucap calista kesal sambil memperbaiki rambutnya sedangkan azam hanya bisa tertawa puas “hm” Calista pun mengalihkan pandanganya dan terlihat lah muka rey di depannya,sejak kapan rey ada disini? “rey” ucap calista dan membuat azam berhenti tertawa “ikut aku” ucap rey sambil menarik tangan calista kasar “mau kemana?” tarik azam lagi di tangan calista satunya,rey berbalik dan melihat kalau tangan calista yang satunya dipegang oleh azam “lepasin,kamu megang nya terlalu kuat” ucap azam lagi dan membuat rey semakin kesal,rey mulai menghampiri azam perbedaan tinggi mereka yang tidak terlalu jauh membuat keduanya semakin menakutkan “apa salahnya jika aku menarik dia?” Tanya rey dengan dingin Calista bisa merasakan hawa tidak enak diantara mereka dan kerumunan wanita di belakangnya tadi mulai penasaran akan yag terjadi “buat apa? Dia bersama ku tadi lalu kenapa kamu datang dan menariknya paksa? Kamu siapa nya dia?’ Ucap azam dengan tenang walaupun di dalam nadanya ada penekanan untuk katanya “dia pacarku jadi buat apa kamu tadi mengacak rambutnya hah!” ucap rey mulai meninggi,terlihat wajah bingung di muka azam saat rey menyebutkan calista adalah pacarnya. “rey” tegur calista dia pun terkejut mengapa rey mengatakan seperti itu Rey tidak menjawab dia langsung menarik paksa tangan calista saat azam melepaskan pegangan tangannya pada calista.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN