Happy Reading . . . *** Sambil menutup kedua matanya, Savannah pun menarik nafasnya dengan dalam lalu dihembuskannya dengan perlahan. Tepat di depan pintu apartemen milik Dylan, wanita itu benar-benar menenangkan diri sekaligus mempersiapkan dirinya untuk bisa berbicara dengan sang kekasih dan mengakhiri hubungan di antara keduanya. Sebuah keputusan yang sudah diambilnya, membuat Savannah harus memulai dan mengakhiri setiap hal yang memang sudah seharusnya ia lakukan secepatnya. Dan semua itu tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk kebaikan orang-orang di sekitarnya yang sangat ia cintai. Savannah lebih rela mengorbankan perasaan dan juga hatinya untuk orang lain, dari pada ia yang membuat orang lain merasa kecewa dan sakit hati karena dirinya yang tanpa sama sekali melakukan p

