Semenjak pertemuan dengan Mas Reza, aku betul-betul hancur dan terpukul. Aku tidak mau hadir di pesta pernikahan Mas Reza dengan Irene. Padahal Andrew merayuku hingga putus asa. Namun aku tetap bergeming. Katakan aku munafik karena di mulut berkata begitu membenci Mas Reza, tetapi hati kecilku berkata lain. Aku masih mencintainya. Aku terlalu mencintai hingga tidak tolerir pada luka. Dan aku tidak ingin melukai hatiku lebih dalam lagi melihat kebahagiaan Mas Reza dengan Irene. Aku belum bisa ikhlas melepasnya. Papa juga sudah meminta maaf soal Mas Reza. Ternyata, telah lama papa sudah mencium aroma perselingkuhan di dalam pernikahanku dengan Mas Reza. Papa pernah memergoki Mas Reza check in di hotel bersama perempuan lain, mungkin ya Irene Wu itu. Namun papa tidak berani berbuat gegabah,

