Seperti yang sudah direncanakan aku dan Andrew berkunjung ke makam Dirga. Selama perjalanan Andrew tidak pernah melepaskan genggamannya. Sesekali dia melihat ke arahku untuk melihat senyumku. Aku pun juga menikmati saat-saat itu. Saat ini kami berdua sudah duduk bersimpuh di hadapan makan Dirga. "Hallo tampan. Om Endu datang nih. Sorry ya, Om tidak bisa menepati janji untuk mengajakmu ke dufan. Padahal Om kan janjiin kalo kamu ultah kita berdua pergi ke dufan," tukas Andrew dengan raut wajah sedih di depan pusara Dirga. Aku menatap wajah sedih Andrew itu. "Aku nggak nyangka kamu bisa deket sama Dirga. Bagaimana bisa?" tanyaku ingin tahu. "Kebetulan aku lagi liburan musim dingin waktu itu. Jadi aku buat kesempatan untuk pulang ke Indonesia. Aku sering berkunjung ke rumah oran

