‘Hajar aja lah,’ ucap batin Umar ketika calon mertuanya selesai bicara. Menatap mata pria yang selama ini lebih ia kenal sebagai ayahnya Amira, sahabat baiknya, Umar kemudian mengeratkan pegangannya pada tangan kanan beliau dan membalas kalimat ijab tersebut. Yang terpikir olehnya adalah: cepat atau lambat semua orang akan menikah. Jadi kenapa dia tidak duluan saja. Paling yang berbeda dengan dirinya setelah menikah hanyalah status di KTP elektronik berubah, punya Kartu Keluarga sendiri dan berbagi ranjang saja. “Saya terima nikah dan kawinnya Divya Jacinda Amzari binti Yusuf Fairuz Amzari dengan mahar tersebut, tunai!” Tepat setelahnya semua orang bersorak, membuat Umar sedikit kaget dengan volume sorakan mereka. Ketika penghulu meminta Divya untuk menyalami dan mencium tangan suaminy

