Menunggu dengan jantung yang berdebar, dengan anggapan asa itu masih ada. Mobil dipacu oleh Aksa untuk segera menuju ke rumah sakit. Dia berencana untuk mengambil hasil pemeriksaan laboratorium terhadap darahnya. Dia sungguh berharap jika dirinya baik-baik saja dan tak membawa dampak buruk pada istrinya. Karena yang paling ditakuti oleh Aksa, jika sekiranya penyakit itu ada dalam dirinya dan bisa membuat Arumi tertular. “Ini hasil laboratorium milik Pak Aksa.” Sang kepala laboratorium memberikan hasilnya pada Aksa. Mereka bertemu diam-diam di ruangan milik kepala laboratorium tersebut. Dengan tidak sabar, Aksa pun membuka hasil tersebut di tempat. Sementara pria dengan jas putih itu, hanya memperhatikan raut wajah Aksa dengan tatapan sendu. “Ada apa, Pak Edi?” tanya Aksa yang ter

