Serasa sesak, Sasha akhirnya terbangun. Ia mengamati sekitar dan mengira-ngira sedang di manakah dia? Apakah ia berada di dunia lain? Seperti tumbal misalnya. Ah, pasti efek nonton film horor belakangan ini membuatnya gampang berhalusinasi. Uhuk-uhuk! Pengap. Sasha memang paling tidak bisa berada di ruangan yang penuh debu, ia yakin kalau di sini pasti banyak serangga. “Waw, kau sudah bangun, Manis.” Pandu baru saja keluar, ia menyalakan obor karena semakin minim penerangan, semakin sulit ditemukan. Sasha tersenyum, ia tidak memberontak meski tahu sekarang posisinya diculik. Apakah pria pendek di hadapannya orang jahat, bahkan bisa berbuat yang macam-macam dengannya. Jujur, sebenarnya Sasha takut dan was-was. Tapi, karena terlalu sering menonton film action, ia memberanikan diri un

