Langkah cepat kaki serigala putih itu menghasilkan bunyi gemerisik dedaunan dan ranting pohon yang diinjaknya secara sekilas. Berkat kecepatannya, mereka berhasil menghindari pertarungan yang berlarut-larut dan hanya akan merugikan mereka. Asta benar-benar geram. Luka tadi malam saja belum kering, ia bahkan belum selesai mengisi perut. Tetapi, orang-orang Kekaisaran sudah menemukan mereka secepat ini. “Rupanya mereka sangat gigih,” ujarnya kesal sambil berpegangan pada Ruhi erat-erat. Mereka kini kembali melakukan pelarian. Beruntungnya, orang yang menemukan mereka sebelumnya bukanlah Reymund, melainkan seorang kesatria dan beberapa prajurit biasa hingga tidak sulit dikalahkan. Tetapi, hanya tinggal masalah waktu sampai Reymund menemukan jejak mereka. “Asta, kita harus ke mana?” tanya

