Minggu. Aku dan Mas Huda memilih hari ini untuk pergi ke rumah Pak Prabowo anaknya Mbah Juminten. Dengan harapan bertemu dengan mereka. Seandainya Pak Prabowo pekerja, kemungkinan hari ini dia libur. Setelah pamit pada Gala dan Gina yang masih asyik nonton kartun di tivi, aku dan Mas Huda pun pamit ke ibu. Senyum tipis terlukis di kedua sudut bibirnya saat mengantarku sampai teras. Kampung Tegal Sari tak terlalu jauh dari sini. Mungkin setengah jam juga sampai. Mas Huda ingin memakai vespa, tapi kularang. Kuminta dia memakai motor gedheku saja. D Tanpa membantah, Mas Huda pun menuruti kemauan istrinya meski kutahu dia kurang suka pakai motor itu dan lebih menyukai vespa tuanya. Aku sendiri tak tahu mengapa Mas Huda terlalu sayang dengan vespa itu. Padahal duduk pun rasanya tak nyaman

