Baldric menikmati momen Tyaga mencarikan pakaian dan aksesoris untuk menyamarkan penampilan Quinn. Dua makhluk tak kasat mata ini membiarkan Tyaga ‘sendirian’ keluar masuk toko wanita. Beberapa gadis berbisik sambil tertawa kecil melihat keseriusan Tyaga memilih pakaian. Poker face Tyaga disambut senyum sumringah pegawai toko ketika ia dipanggil untuk diberi beberapa pertanyaan. Hampir dua jam menjelajah, Tyaga akhirnya duduk santai di bangku kayu pedagang kaki lima sembari minum es teh manis. Baldric yang sudah menggugurkan mantera penghilangnya ikut duduk di sebelah Tyaga, menunggu Quinn yang berganti pakaian di toilet umum. “Mungkin kamu lupa, aku bisa saja membuatkan Quinn pakaian.” “Aku ingin melakukannya.” Baldric menoleh. “Kenapa? Dia kan bukan manusia sepertimu.” “Aku hanya mer

