Setiap orang memiliki masa lalu sebagai dasar terbentuknya karakter. Begitupula dengan sifat Tyaga yang tertutup. Tyaga tidak terlalu ingat jelas akan masa kecilnya, akan tetapi ia tahu bahwa ibunya, Lisla, tidak pernah mendengarkan cerita dari bibir mungilnya. Kala ia ingin atau sedang menyampaikan aktivitas di sekolah, Lisla diam seribu bahasa. Berbeda lagi saat perjalanan pulang atau berangkat sekolah. Tangan Tyaga memang selalu menggenggam milik Lisla ketika mereka berjalan berdampingan, akan tetapi tak pernah mendapat balasan. Kalau Tyaga melepaskan kaitannya, Lisla takkan susah payah mencari tangan kecil anaknya. Dibiarkan tangan mungilnya menggantung di udara, terbelai angin. Berbeda dengan dulu, saat ini jemarinya dipeluk balik seseorang. Meski kaitan itu bukan dengan ibunya, teta

