“Nggak selamanya dia bisa di sisi kamu,” suara Baldric tadi malam masih menggema dalam benak Tyaga. Pagi hari setelah pembicaraan singkat bersama Baldric, Tyaga memutuskan untuk sekolah meski keadaannya belum benar-benar pulih. Sepanjang pelajaran, tangannya bertopang dagu dengan pandangan lurus ke depan. Bukan, dia tidak sepenuhnya memerhatikan materi yang disampaikan. Pikirannya melayang-layang, otaknya berulang kali memutar percakapannya dengan Baldric. Tadi malam, ia sempat kaget karena mendengar suara Baldric namun tak melihat wujudnya. Bocah lelaki itu menjelaskan, kalau sihir yang ia pernah rapalkan efeknya sudah habis. Maka dari itu, Tyaga tidak bisa melihat sosok asli Baldric dengan sayapnya. Begitupula dengan Quinn yang suatu saat nanti akan menghilang, tak terlihat lagi di pan

