“Baru kali ini gue liat Isal nggak make jiwa-sok-detektif-nya. Apa kepekaannya menurun drastis sampai-sampai nggak liat sikon?” Tyaga tidak menanggapi ucapan Qori, tetapi matanya ikut memerhatikanarah pandangsahabatnya. Lurus ke depan, tepat di manaIsal dan Nira bermain air di bibir pantai. Sesekali Isal mencipratkan air pada Nira, yang awalnya dibalas tatapan tajam lalu disusul cipratan air dan saling berganti tawa. Tak jauh dari mereka ada Rana yang mengapung di permukaan laut, sibuk menghitung berbagai macam bentuk awan di langit. Oh, salah, pemuda-patah-hati itu sesekali melirik kemesraan sahabat dan incarannya. “Pemandangan ini mengerikan,” gumam Qori lagi, kali ini diikuti helaan napas. “Jangan berlebihan.” Clara muncul dengan rambut ponytail serta jaket yang dibiarkan terbuka, me

