Tyaga berhasil membujuk Quinn untuk tetap tinggal bersama Rana di bawah pohon kelapa. Ketika ditinggalkan tadi, bibir Quinn cemberut garis keras karena tidak diizinkan untuk ikut mengantar Rumi—gadis kecil yang ditemukan mereka berdua. Perempuan kecil berkulit putih dan berambut hitam legam itu tidak banyak bicara atau merengek seperti kebanyakan anak kecil lainnya. Tangannya setia menggenggam erat jemari Tyaga, langkahnya mengikuti Tyaga tanpa banyak protes. Terkadang Tyaga melirik gadis itu khawatir ia menangis dalam diam, tapi yang ia temukan ialah senyum lebar dan mata bulat yang menatapnya penuh kegembriaan. Aneh, satu-satunya pikiran Tyaga saat itu. Apa orang tuanya tidak mengajarkan untuk waspada terhadap orang asing? Dia terlihat sangat tenang. “Kak, Kakak mau main ke rumah?” ta

