20 || Pergi

1400 Kata

Dering pesan masuk mengalihkan pandangan Lisla dari luka yang baru dibalutnya. Layar ponsel yang menunjukkan pesan dari Renra menggeret kakinya menuju ruang utama. Anaknya—atau itulah yang ia inginkan, baru saja sampai rumah. Ternyata Renra gagal membujuk Tyaga untuk menginap setelah acara makan malam bersama ‘keluarga’. Beberapa kali Lisla menghirup napas untuk menenangkan hati. Dia sadar betul telah melakukan kesalahan.Oleh sebab itu ia harus memberi penjelasan pada Tyaga yang berdiri dengan tegak di hadapannya, merangkul Quinn dengan posesif.Ia yakin sekali batinnya mengukir senyum, tapi kenapa tangannya bersidekap dengan wajah masam begini? “Mama, kenapa pipi Quinn luka begini?” Tyaga mengulang pertanyaannya. “Kenapa kamu kembali?” bukan itu kalimat yang ingin diucap Lisla ketika be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN