“Baldric...,” gumam Tyaga. “Siapa itu?” Qori menanggapi lemas, masih sedih atas kerusakan sofanya. Dia bergumam sejenak, merasa tidak asing dengan nama tersebut. “Oh, bocah kecil yang ikut nonton kita futsalan waktu itu?” [Black Cat: Chapter 07] Tyaga mengangguk. Sepertinya, ada sesuatu yang berbeda dengan bocah itu. “Kayaknya sekarang Quinn lagi bareng dia.” “Nggak mungkin, Ga.Anak sekecil itu pasti nggak akan diizinin sama orangtuanya keluyuran dini hari buat nyulik atau ngajak main Quinn.” Tyaga membisu beberapa saat. Bocah laki-laki itu, sudah pasti bukan manusia. Dia bahkan punya sayap. Sesuatu yang seharusnya mengejutkan Tyaga, bukannya santai dan tidak mencari tahu. Mengingat hal tak biasa, ingatannya terlempar saat di mana ia melihat sepasang kuping hitam transparan di kepala Q

